Perusahaan Pemasok Besar NIKE Lakukan Praktek Union Busting

INFO GSBI- Tangerang. Gentur Subagiyo, ketua Serikat SBGTS-GSBI PT Asia Dwimitra Industri di intimidasi dan di PHK sepihak dengan mengg...


INFO GSBI-Tangerang. Gentur Subagiyo, ketua Serikat SBGTS-GSBI PT Asia Dwimitra Industri di intimidasi dan di PHK sepihak dengan menggunakan alasan terbukti berkelahi di perusahaan, padahal sesungguhnya tidak ada dan tidak pernah terjadi perkelahian.

“Saya tidak pernah berkelahi,  yang saya rasakan dan terjadi pada waktu itu adalah saya di bentak-bentak oleh Bapak Gatot Sriono  selaku Manager Stokfit dan atasan saya dengan nada yang sangat tinggi. Dan saya dengan secara tegas mengatakan tidak ada kontak fisik sama sekali, tidak ada perkelahian, yang saya sampaikan pada waktu itu, saya hanya bersikap menolak dipermalukan ditengah-tengah ruang produksi dengan cara di bentak-bentak untuk kesalahan yang sebetulnya tidak dapat dibuktikan oleh Bapak Gatot Sriono”.

“Seharusnya  jika ada masalah bisa di selesaikan dengan cara yang lebih baik tanpa harus memperlakukan saya dengan cara arogan, menjatuhkan martabat bawahan (saya). Sebagai Manager  Bapak Gatot Sriono seharusnya bisa bersikap profesional dengan tetap mengedepankan perilaku sebagai seorang pimpinan. Hubungan saya dengan Bapak Gatot Sriono sebelumnya sebelum saya membentuk dan menjadi Ketua Serikat GSBI baik-baik saja dan tidak pernah ada masalah sama sekali”.

“Jadi saya sangat yakin bahwa saya di PHK karena saya bersama dengan beberapa buruh membentuk Serikat Buruh GSBI di lingkungan kerja PT Asia Dwimitra Industri, dan karena saya menjadi Ketua Serikat GSBI. Kejadian tanggal 27 Maret 2018 dimana saya di nyatakan PHK, ini tidak berdiri sendiri tapi terkait dengan serangkaian peristiwa sebelumnya yang saya rasakan dan juga kawan-kawan saya yang menjadi pengurus/pimpinan Serikat dan terlibat dalam deklarasi dan pembentukan Serikat Buruh GSBI”.

(Pengakuan Gentur Subagiyo).

Sementara ke enam (6) rekannya yang juga pimpinan dan deklarator Serikat SBGTS GSBI pertanggal 03 April 2018 di mutasi, dimana beberapa orang di mutasi kebagian yang tidak sesuai dengan job kerjanya, bahkan beberapa oranga dimutasi ke bagian GA yang bertugas menjadi Cleaning Services.

Sejak pembentukan dan mencatatkan serikat ke Disnaker Kabupaten Tangerang serta pihak Disnaker Kab Tangerang mendatangi perusahaan untuk melakukan verifikasi organisasi dan keanggotaan serikat, Pimpinan SBGTS GSBI terus menurus mendapat tekanan dan intimidasi dari pihak managemen perusahaan  seperti : Di telepon oleh Pimpinan Kerjanya di jam kerja dan diluar jam kerja; Di datangi ke rumah (kediaman buruh); Meminta untuk membatalkan keberadaan SBGTS GSBI di lingkungan kerja PT Asia Dwimitra Industri yang sudah dideklarasikan; Mengancam akan melakukan mutasi bahkan sampai PHK apabila tetap mendirikan SBGTS GSBI di lingkungan kerja PT Asia Dwimitra Industri; Di intimidasi untuk keluar mengundurkan diri dari perusahaan; Melakukan Mutasi kepada pimpinan SBGTS GSBI; Pemberian Surat Peringatan (SP 3); dan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) kepada Ketua PTP. SBGTS GSBI PT. ADI.

Praktek Union Busting melalui tindakan Intimidasi, Penghalang-halangan kebebasan berserikat (Freedom of Association) ini dilakukan oleh perusahaan PT Asia Dwimitra Industri secara sistemmatis dan terencana.

PT. Asia Dwimitra Industri melalui Manager Stockfiting dan Industrial Relationship (IR) menyampaikan secara jelas kepada Pimpinan SBGTS GSBI PT Asia Dwimitra Industri meminta untuk tidak mendirikan, membatalkan pembentukan/pendirian serikat SBGTS GSBI di Lingkungan Kerja PT Asia Dwimitra Industri. Untuk memikirkan baik-baik kembali soal pendirian SBGTS GSBI, memikirkan resiko yang akan diterima oleh para pimpinan dan deklarator SBGTS GSBI jika tetap melanjutkan pembentukan dan pendirian SBGTS GSBI di lingkungan Kerja PT Asia Dwimitra Industri.

Dan sejak proses pencatatan Serikat kepada Pihak Disnaker Kabupaten Tangerang serta Pemberitahuan keberadaan SBGTS-GSBI pada pihak perusahaan, Pihak PT Asia Dwimitra Industri terus melakukan provokasi dan intimidasi baik didalam lingkungan kerja (perusahaan) ataupun di luar perusahaan kepada pimpinan SBGTS GSBI dengan cara menelepon, mendatangi kediaman (rumah) buruh “Meminta untuk membatalakan keberadaan SBGTS GSBI yang sudah dideklarasikan, Mengancamakan melakukan mutasi bahkan sampai Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) apabila tetap mendirikan SBGTS GSBI di lingkungan kerja PT Asia Dwimitra Industri”.

Para buruh telah di halang-halangi untuk bergabung dan masuk menjadi anggota serikat GSBI secara bebas sesuai dengan pilihannya, para pimpinan SBGTS GSBI tidak diberikan kebebasan untuk menjalankan aktivitas serikatnya. Manajemen pabrik telah mengintervensi dan mengancam para pimpinan serikat GSBI untuk dimutasi bahkan di PHK. Termasuk  mengintervensi meminta untuk mengganti posisi Gentur Subagiyo sebagai ketua serikat SBGTS GSBI.

Saat ini kami meminta pihak perusahaan agar, Pertama; Segera memberikan ruang kebebasan berserikat dan berorganisasi kepada semua buruh di PT Asia Dwimitra Industri dalam memilih, masuk dan atau tidak masuk menjadi anggota serikat buruh sesuai dengan pilihannya. Mengakui, menghormati dan memberikan ruang yang bebas kepada Pimpinan dan anggota SBGTS GSBI PT Asia Dwimitra Industri dalam menjalankan peranan tugas dan fungsinya sebagai Serikat Buruh yang sah. ; Kedua; Menghentikan proses PHK terhadap sdr. Gentur Subagiyo-Ketua PTP. SBGTS GSBI PT. Asia Dwimitra Industri dan Segera memanggil dan mempekerjakan kembali Sdr. Gentur Subagiyo sesuai dengan pekerjaan dan jabatan semula tanpa syarat.; Ketiga;  Menghentikan mutasi terhadap 6 (enam) orang pimpinan SBGTS-GSBI dan mempekerjakan kembali ke bagian pekerjaan dan jabatan semula tanpa syarat.; Ke empat; Menghentikan segala bentuk intimidasi, diskriminasi terhadap seluruh buruh di lingkungan kerja PT. Asia Dwimitra Industri yang menggunakan hak berserikat.

NIKE sebagai brand  yang sepatunya  kami kerjakan telah meraup keuntungan jutaan dolar dari penjualan. Kita hanya minta NIKE respec dan turut serta memastikan bahwa kami para buruh mendapatkan hak-hak normatifnya termasuk secara bebas untuk berserikat dan menjalankan aktivitas serikat.

"Kami melihat selama ini NIKE hanya diam saja.Tidak ada respon dan tidak melakukan apa-apa. Kami jelas sangat di rugikan dan hak kami di rampas, sementara mereka NIKE dan perusahaan terus meraup keuntungan dari hasil kerja keras yang kami lakukan". Kata Abdul Rofi, Sekretaris SBGTS GSBI PT Asia Dwimitra Industri. (rd-res2018).#

Posting Komentar

Silahkan tinggalkan komentar dan jangan meninggalkan komentar spam.

emo-but-icon

Terbaru

Populer

Arsip Blog

item