NIKE dan Perusahaan Pemasoknya Terus Menjalankan Praktek Union Busting

INFO GSBI-Jakarta. Pada tanggal 17 Februari 2018 buruh-buruh  di PT Asia Dwimitra Industri (PT ADI)  perusahaan yang bergerak di Industr...


INFO GSBI-Jakarta. Pada tanggal 17 Februari 2018 buruh-buruh  di PT Asia Dwimitra Industri (PT ADI)  perusahaan yang bergerak di Industri sepatu  (alas kaki) yang mengerjakan Brnad Nike secara sukarela berdasarkan pilihan sendiri membentuk dan mendeklarasikan Serikat Buruh Garmen, Tekstil dan Sepatu (SBGTS) di lingkungan kerja PT. Asia Dwimitra Industri (PT. ADI) yang berlamat di Jl. Raya Legok, Cijantra, Tangerang, Banten 15336 Indonesia.

Serikat buruh PTP.SBGTS yang dibentuk ini bergabung/berafilias dengan Gabungan Serikat Buruh Indonesia (GSBI). Surat Pengesahan (SK) organisasi dari DPP GSBI tentang Terbentuknya SBGTS-GSBI dilingkungan kerja PT. Asia Dwimitra Industri dan nama-nama pimpinan/Pengurusnya telah dikeluarkan pada tanggal 21 Februari 2018 oleh DPP GSBI.

Pada tanggal 23 Februari 2018 untuk memenuhi ketentuan UU No. 21 tahun 2000 tentang Serikat Pekerja/Serikat Buruh, Kepmen 16 tahun 2001 serta UUK 13 tahun 2003, Pimpinan SBGTS-GSBI (Gentur Subagiyo-Ketua; Halil Mahfud-Wakil Ketua; Muhamad Yadih-Kepala Departemen Advokasi dan Kampanye Massa; Abdul Roffi-Sekretaris dan Ahmad Ridwan-Bendahara) mencatatkan keberadaan organisasi SBGTS-GSBI ke Disnaker Kab Tangerang.

Sejak pembentukan dan mencatatkan serikat ke Disnaker Kabupaten Tangerang serta pihak Disnaker Kab Tangerang mendatangi perusahaan PT Asia Dwimitra Industri untuk melakukan verifikasi organisasi dan keanggotaan serikat, Pimpinan SBGTS GSBI terus menurus mendapat tekanan dan intimidasi dari pihak managemen perusahaan  seperti : Di telepon oleh Pimpinan Kerjanya di jam kerja dan diluar jam kerja; Di datangi ke rumah (kediaman buruh); Meminta untuk membatalkan keberadaan SBGTS GSBI di lingkungan kerja PT Asia Dwimitra Industri yang sudah dideklarasikan; Mengancam akan melakukan mutasi bahkan sampai PHK apabila tetap mendirikan SBGTS GSBI di lingkungan kerja PT Asia Dwimitra Industri; Di intimidasi untuk keluar mengundurkan diri dari perusahaan; Melakukan Mutasi kepada pimpinan SBGTS GSBI; Pemberian Surat Peringatan (SP 3); dan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) kepada Ketua PTP. SBGTS GSBI PT. ADI.

Praktek Union Busting melalui tindakan Intimidasi, Penghalang-halangan kebebasan berserikat (Freedom of Association) ini dilakukan oleh perusahaan PT Asia Dwimitra Industri secara sistemmatis dan terencana.

PT. Asia Dwimitra Industri melalui Manager Stockfiting dan Industrial Relationship (IR) menyampaikan secara jelas kepada Pimpinan SBGTS GSBI PT Asia Dwimitra Industri meminta untuk tidak mendirikan, membatalkan pembentukan/pendirian serikat SBGTS GSBI di Lingkungan Kerja PT Asia Dwimitra Industri. Untuk memikirkan baik-baik kembali soal pendirian SBGTS GSBI, memikirkan resiko yang akan diterima oleh para pimpinan dan deklarator SBGTS GSBI jika tetap melanjutkan pembentukan dan pendirian SBGTS GSBI di lingkungan Kerja PT Asia Dwimitra Industri.

Dan sejak proses pencatatan Serikat kepada Pihak Disnaker Kabupaten Tangerang serta Pemberitahuan keberadaan SBGTS-GSBI pada pihak perusahaan, Pihak PT Asia Dwimitra Industri terus melakukan provokasi dan intimidasi baik didalam lingkungan kerja (perusahaan) ataupun di luar perusahaan kepada pimpinan SBGTS GSBI dengan cara menelepon, mendatangi kediaman (rumah) buruh “Meminta untuk membatalakan keberadaan SBGTS GSBI yang sudah dideklarasikan, Mengancamakan melakukan mutasi bahkan sampai Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) apabila tetap mendirikan SBGTS GSBI di lingkungan kerja PT Asia Dwimitra Industri”.

Pada Tanggal 27 Maret 2018, Sdr. Gentur Subagiyo-Ketua PTP. SBGTS GSBI PT Asia Dwimitra Industri (ADI) di PHK sepihak dan di larang memasuki area perusahaan dengan alasan PHK:“Karena terbukti berkelahi di dalam lingkungan perusahaan” tanpa proses yang adil dan transparan.

Dan pada tanggal 03 April 2018 enam (6) pimpinan SBGTS GSBI ini di mutasi tidak sesuai dengan jobkerja bahkan beberapa orang di mutasi ke bagian GA yang bertugas sebagai Cleaning Services.

Bahwa proses pencatatan PTP SBGTS-GSBI PT Asia Dwimitra Industri kepada Disnaker Kabupaten Tangerang untuk mendapatkan nomor bukti pencatatan/registrasi dari Disnaker Kabupaten Tangerang juga dipersulit dan dihambat oleh Disnaker Kabupaten Tangerang dengan alasan : Dikarenakan adanya kebijakan baru/masa transisi di Dinas Tenagakerja Kabupaten Tangerang sehingga permohonan pencatatan SBGTS GSBI yang di ajukan tanggal 23 Februari 2018 belum bisa di Proses.  Sebagaimana keterangan tertulis yang disampaikan oleh Ayip Sopyan, SH selaku Kasi PHI dan Kesejahteraan Pekerja Dinas Tenagakerja Kabupaten Tangerang tertanggal 15 Maret 2018 setelah di desak oleh Pimpinan SBGTS GSBI bahwa seharusnya hari ini tanggal 15 Maret 2018 (sampai batas maksimal 21 hari sesuai UU No 21 tahun 2000 sejak tanggal pemberitahuan/permohonan di sampaikan) Disnaker Kabupaten Tangerang  menerbitkan Nomor Bukti Pencatatan SBGTS GSBI PT.Asia Dwimitra Industri. Dan Disnaker pun meminta waktu sampai dengan tanggal 19 Maret 2018 untuk memproses menerbitkan Surat Tanda Bukti Pencatatan SBGTS GSBI PT. Asia Dwimitra Industri.

Padahal seluruh berkas dokumen syarat pencatatan serikat pekerja/serikat buruh yang diajukan oleh Pimpinan SBGTS-GSBI PT Asia Dwimitra Industrti telah lengkap dan sesuai dengan ketentuan UU No. 21 tahun 2000 dan Kepmen Nomor 16 tahun 2001.

Sampai dengan batas waktu yang dimohonkan oleh Disnaker Kabupaten Tangerang melalui surat keterangan tertulisnya untuk memperoses penerbitan Nomor bukti pencatatan SBGTS GSBI pada 19 Maret 2018, Tanda Bukti Pencatatan  tidak juga di terbitkan oleh Disnaker Kabupaten Tangerang dengan alasan baru yaitu : Harus dilakukan verifikasi terlebih dahulu berdasarkan Permenakertrans RI Nomor: PER.06/MEN/IV/2005 tentang Pedoman Verifikasi Keanggotaan Serikat Pekerja/Serikat Buruh, dimana pihak pegawai Dinas Tenagakerja Kabupaten Tangerang harus datang terlebih dahulu ke perusahaan dan baru setelah di lakukan Verifikasi dilingkungan kerja PT Asia Dwimitra Industri baru akan di keluarkan tanda bukti pencatatan SBGTS-GSBI  jika tidak ada masalah. Sebagaimana surat tertulis Dinas Tenagakerja Kabupaten Tangerang Nomor: 560/1044-Disnaker/2018 tertanggal 19 Maret 2018 yang di tandatangani Ayip Sopyan, SH selaku Kasi PHI dan Kesejahteraan Pekerja.

Pada hal jelas berdasarkan ketentuan Permenaker Nomor. 06 tahun 2005 BAB III PENDATAAN Pasal 4 menyatakan : “Pendataan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3 ayat (2), dilakukan terhadap serikat pekerja/serikat buruh yang telah memiliki Nomor Bukti Pencatatan sesuai dengan Keputusan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Nomor KEP. 16/MEN/2001 tentang Tata Cara Pencatatan Serikat Pekerja/Serikat Buruh”.

Bahwa Nomor Tanda Bukti Pencatatan/Registrasi PTP.SBGTS GSBI PT Asia Dwimitra Industri pun baru di keluarkan oleh pihak Disnaker Kabupaten Tangerang dengan Nomor Tanda Bukti Pencatatan/Registrasi : 560/1239 –Disnaker/2018 tertanggal 03 April 2018 yang di tandatangani Kepala Dinas Tenagakerja Kabupaten Tangerang Ir. H. Jarnaji, MM pada tanggal 3 April 2018 setelah 38 (tiga puluh delapan) hari atau 1 (satu) bulan lebih pasca surat permohonan pencatatan serikat pekerja/serikat buruh di sampaikan kepada Disnaker Kabupaten Tangerang.

Padahal berdasarkan UU No 21 tahun 2000 Pasal 20 menyatakan : “Instansi pemerintah, sebagaimana dimaksud dalam pasal 18 ayat (1), wajib mencatat dan memberikan nomor bukti pencatatan terhadap serikat pekerja/serikat buruh, federasi dan konfederasi serikat pekerja/serikat buruh yang telah memenuhi ketentuan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2, Pasal 5 ayat (2), Pasal 6 ayat (2), Pasal 7 ayat (2), Pasal 11, Pasal 18 ayat (2), Pasal 19, selambat-lambatnya 21 (dua puluh satu) hari kerja terhitung sejak tanggal diterima pemberitahuan”.

Tindakan intimidasi, ancaman, mutasi terus terjadi hingga saat ini. Perlakuan diskriminasi terus terjadi termasuk permintaan untuk membatalkan pembentukan SBGTS GSBI di lingkungan kerja PT Asia Dwimitra Industri yang sudah dideklarasikan untuk di pertimbangkan kembali.

Kebebasan buruh untuk memilih, membentuk, menjadi anggota serikat buruh sesuai dengan pilihannya sendiri serta untuk menjalankan kegiatan berserikat dan berorganisai secara bebas di lingkungan kerja PT Asia Dwimitra Industri tidak ada, dan buruh malah mendapatkan ancaman, intimidasi, tindakan mutasi (hukuman), Surat peringatan (SP) bahkan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) sebagaimana yang di alami dan menimpa pimpinan SBGTS GSBI PT Asia Dwimitra Industri (rd-red2018)#.

Posting Komentar

Silahkan tinggalkan komentar dan jangan meninggalkan komentar spam.

emo-but-icon

Terbaru

Populer

Arsip Blog

item