Benarkah TKA China Makin Banyak Masuk RI? Ini Temuan LIPI

INFO GSBI-Jakarta. Maraknya perbincangan mengenai isu serbuan tenaga kerja asing (TKA) asal China membuat Lembaga Ilmu Pengetahuan Indon...


INFO GSBI-Jakarta. Maraknya perbincangan mengenai isu serbuan tenaga kerja asing (TKA) asal China membuat Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) ikut serta membahasnya. Lembaga ini menggelar diskusi bulanan dengan mengambil tema TKA berdasarkan hasil kajiannya.

Peneliti Ketenagakerjaan P2K LIPI, Devi Asiati mengungkapkan beberapa temuan mengenai TKA asal China. Pertama meningkatnya nilai investasi RRT di Indonesia seiring dengan meningkatnya masuknya TKA asal China.

"Jadi ada pola yang sama antara kenaikan investasi sejalan dengan peningkatan jumlah TKA-nya. China adalah salah satu negara terbesar yang melakukan investasi di Indonesia. Jumlahnya juga meningkat dari 2010 peringkat ke 10, lalu pada 2014 naik menjadi ke 8 hingga di 2016 posisi ke 3 sebagai negara asal investasi terbesar di Indonesia. Itu berdasarkan data BKPM," tuturnya di Gedung Widya Graha LIPI, Jakarta, Selasa (8/5/2018).
LIPI juga mencatat kebanyakan investasi China di Indonesia lebih banyak ke bidang Sumber Daya Alam (SDA) seperti tambang, migas dan perkebunan. Selain itu investor China lebih banyak masuk ke sektor infrastruktur seperti konstruksi dan kelistrikan yang rata-rata kontraktor dan pembiayaannya dari China juga.

Temuan menarik lainnya adalah, ternyata jumlah TKA China dengan nilai investasinya yang dibandingkan dengan Singapura berbanding terbalik. Berdasarkan data BKPM dan Kemenaker pada 2016 yang diolah LIPI jumlah investasi dari Singapura mencapai US$ 9,17 miliar dengan jumlah TKA sebanyak 1.700 orang.

Fakta sebaliknya terlihat dari data China. Negara ini berinvestasi di Indonesia pada 2016 sebesar US$ 2,6 miliar, namun jumlah TKA-nya mencapai 21.300 orang. Sementara Jepang yang ada di posisi kedua tercatat jumlah TKA-nya mencapai 12.500 orang dengan nilai investasi sebesar US$ 5,4 miliar.

"Memang kalau dibandingkan dengan Singapura ini berbanding terbalik," tuturnya. (eds/eds-sumber, http://finance.detik.com).#

Posting Komentar

Silahkan tinggalkan komentar dan jangan meninggalkan komentar spam.

emo-but-icon

Terbaru

Populer

Arsip Blog

item