Sepakat Tolak Perppu Ormas, Gerakan Buruh Lakukan Konferensi Perss

INFO GSBI-Jakarta. Elemen Serikat Pekerja/Serikat Buruh yang tergabung dalam Aksi Bersama Cabut Perppu Ormas, Selasa 15 Agustus 2017 men...


INFO GSBI-Jakarta. Elemen Serikat Pekerja/Serikat Buruh yang tergabung dalam Aksi Bersama Cabut Perppu Ormas, Selasa 15 Agustus 2017 menggelar Konferensi Perss di kantor LBH Jakarta, Jalan Di Penogoro Jakarta Pusat Pusat  menyatakan penolakannya terhadap terbitnya Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang No. 2 Tahun 2017 atau Perppu Ormas.

Aliansi ini terdiri dari sejumlah organisasi seperti Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI), Gabungan Serikat Buruh Indonesia (GSBI), Federasi Serikat Pekerja Aneka Sektor Indonesia (FSPASI), Federasi Sektor Umum Indonesia (FSUI), Konfederasi Persatuan Buruh Indonesia (KPBI) dan Front Perjuangan Rakyat (FPR) serta Koalisi Masyaraat Sipil Tolak Perppu yang terdiri dari berbagai organisasi rakyat lainnya.

Konferensi pers dihadiri oleh Muhammad Rusdi, Deputi presiden dari KSPI; Rudi HB Daman, Ketua umum dari GSBI dan juga Kordinator FPR, Budi Wardoyo dari Politik Rakyat, Ir. Said Iqbal, presiden dari KSPI, dan Michael Oncom Seknjend KPBI. 

Konferensi pers yang di mulai pada pukul 11.30 wib ini di gelar untuk menjelaskan sikap dan pandangan gerakan buruh atas Perppu Ormas dan berbagai kebijakan pemerintahan Jokowi JK serta menjelaskan rencana aksi  yang akan di lakukan pada 16 Agustus 2017 di depan Gedung DPR RI, berbarengan dengan acara Pidato Kenegaraan Presiden dalam Sidang tahunan Majelis Permusyawaratan Rakyat RI.

Aliansi menganggap demokrasi Indonesia terancam akibat di keluarkannya Perppu Ormas. Perppu Ormas menimbulkan polemik bagi sejumlah kelompok masyarakat. Pasalnya, Perppu Ormas dinilai membuka peluang untuk membubarkan organisasi masyarakat manapun, yang dinilai tidak sejalan dengan nilai-nilai Pancasila, secara subyektif oleh pemerintah. (Red-2017)#

Posting Komentar

Silahkan tinggalkan komentar dan jangan meninggalkan komentar spam.

emo-but-icon

Terbaru

Populer

item