Di Datangi Buruh PDK, Kedubes Jerman Berjanji Akan Menghubungi Adidas untuk Konfirmasi dan Menyarankan Adidas untuk Menyelesaikan Kasus

INFO GSBI-Jakarta. Tanggal 18 Juli 2017 ini adalah tepat 5 (lima) tahun pemecatan (PHK) yang dilakukan managemen PT Panarub Dwikarya (PDK)...

INFO GSBI-Jakarta. Tanggal 18 Juli 2017 ini adalah tepat 5 (lima) tahun pemecatan (PHK) yang dilakukan managemen PT Panarub Dwikarya (PDK), setelah sebelumnya tepatnya tanggal 12 Juli 2012 sekitar 2000 buruh perempuan melakukan aksi mogok kerja didepan pabrik tempat mereka bekerja. PT Panarub Dwikarya (PDK) adalah merupakan anak cabang dari PT Panarun Industry (PI), perusahaan yang berlokasi di Kota Tangerang  Banten ini merupakan pabrik pembuat sepatu Adidas, Mizuno dan Specs.

Pemogokan kerja yang dilakukan buruh PDK, akibat kondisi kerja yang buruk, upah yang tidak sesuai dengan aturan pemerintah, tidak ada kebebasan menjalankan kegiatan organisasi (serikat) serta berbagai tuntutan normative lainnya adalah latar belakang yang membuat buruh melakukan mogok spontan pada tanggal 12 Juli 2012.

Kemarin, Selasa 18 Juli 2017, dimoment lima tahun perjuangannya buruh perempuan yang tergabung dalam SBGTS-GSBI kembali mendatangi Kedubes Jerman di Jakarta menggelar aksi untuk ketiga kalinya. Aksi yang dimulai pukul 10.30 wib ini diikuti oleh buruh perempuan PDK yang rata-rata membawa anak berusia balita serta di dukung oleh berbagai organisasi rakyat lainnya yang turut hadir dalam aksi ini seperti SERUNI, FMN, LMN, INDIES, AGRA, ILPS Indonesia dan FPR.

Acara aksi dibuka dengan orasi dari Atik Sunaryati buruh PT Panarub Dwikarya sekaligus Pimpinan SBGTS GSBI PDK yang menjelaskan soal kedatangannya ke Kantor Kedutaan Jerman dan perjuangan panjang buruh PDK yang belum ada penyelesaian serta tuntutan kepada Kedutaan Jerman.

Tidak lama  setelah aksi dibuka dengan orasi dan yel-yel, kemudian dua orang perwakilan aksi yaitu, Emelia Yanti Siahaan (Sekjen GSBI ) dan Kokom Komalawati ( Ketua SBGTS-GSBI PT PDK ) di terima untuk bertemu (audience) dengan perwakilan dari Kedubes Jerman yaitu Mr. Dr. Andreas Kleine First Secretary Deputy Head of Ecconomic Affairs dan Mr. Reynold Their dari  Penasehat Keamanan Kedubes Jerman.

Dalam pertemuan tersebut Kedubes Jerman, Mr. Kleine menyatakan, Bahwa pihaknya merasa prihatin dengan lamanya kasus buruh PDK, tetapi karena Adidas merupakan perusahaan swasta, walaupun mengakui bahwa pajak yang Adidas bayarkan kepada pemerintah Jerman adalah merupakan hasil dari keutungan Adidas salah satunya ada peran dari buruh Indonesia. Namun pihaknya mengatakan tidak bisa membantu banyak karena keterbatasan wewenang. Sehingga yang bisa dilakukan adalah akan menghubungi Adidas untuk meminta konfirmasi dan menyarankan Adidas untuk menyelesaikan kasus ini.

Proses audensi berjalan dengan lancar, setelah selesai pertemuan Kokom Komalawati menyampaikan langsung di hadapan massa aksi proses dan hasil pertemuan dengan pihak Kedutaan Jerman, yang di sambut dengan teriakan dan yel-yel dari masa aksi.

Menanggapi hasil pertemuan dengan pihak kedubes Jerman, Kokom Komalawati, Ketua SBGTS GSBI PT PDK mengatakan, pihaknya dan ratusan buruh PDK berharap pihak pemerintah Jerman berperan aktif dan ambil bagian untuk mendesak Adidas bertanggungjawab dan menyelesaiakan kasus yang kami alami ini. Selain itu kami tadi juga menyampaikan bahwa kami DPP GSBI dan SBGTS GSBI PT PDK meminta pihak pemerintah Jerman dalam hal ini pihak Kedutaan untuk mempasilitasi kami bisa bertemu dengan pemilik Adidas di Jerman, karena kami sudah bosan berbicara dan bertemu dengan perwakilan Adidas di Jakarta yang tidak bisa mengambil keputusan. Tegas Kokom.

Pada pukul 11.20 Wib massa aksi meninggalkan Lokasi Kedutaan Jerman di Jl Jenderal Sudirman, dengan menggunakan bus masa bergerak menuju kantor Adidas di gedung Artha Graha di SCBD. (kk-rd-Red2017).#

Posting Komentar

Silahkan tinggalkan komentar dan jangan meninggalkan komentar spam.

emo-but-icon

Terbaru

Populer

item