Buruh PDK Datangi Kemnaker RI, Tuntut Hanif Dhaikiri Jalankan Rekomendasi ILO

INFO GSBI-Jakarta.  Dalam momentum 5 tahun perjuangannya 18 Juli 2017 ini buruh-buruh PDK yang mayoritas perempuan selain mendatangi Kedut...

INFO GSBI-Jakarta.  Dalam momentum 5 tahun perjuangannya 18 Juli 2017 ini buruh-buruh PDK yang mayoritas perempuan selain mendatangi Kedutaan Jerman dan Adidas di Jakarta juga menyantroni kantor Menteri Ketenagakerjaan RI, Hanif Dhaikiri di Jalan Gatot Subroto Jakarta Selatan untuk meminta Menaker RI menjalankan rekomendasi ILO untuk kasus PDK yang sudah diterbitkan sejak November 2016 lalu.

Massa aksi sudah berada dikantor Kementerian Tenaga Kerja RI sekitar pukul 13.00Wib.  Massa menggelar aksinya di dengan Kemnaker RI di muka jalan Gatot Subroto dengan membentangkan spanduk, poster dan bendera organisasi sehingga mendapat perhatian dari para pengguna jalan.

Aksi di buka oleh Kokom Komalawati sebagai Ketua SBGTS-GSBI PT Panarub Dwikarya (PDK), di lanjutkan dengan orasi bergantian dari perwakilan organisasi yang hadir dan terlibat mendukung perjuangan buruh PDK antara lain dari perwakilan Aliansi Gerakan Reforma Agraria (AGRA), Indies, Seruni  FMN, LMND, ILPS Indonesia dan juga dari GSBI Karawang, Bekasi dan Tangerang turut menyampaikan orasi politiknya memberikan dukungan kepada perjuangan buruh PDK dan mendesak Menaker RI Hanif Dhaikiri menjalankan rekmendasi ILO dan menyelesaikan kasus buruh PDK yang sudah 5 tahun terkatung-katung.

Di barisan aksi terlihat anak-anak terlibat dan asyik bermain disekitar kolam depan Kementerian. Aksi kelima tahun buruh PT Panarub Dwikarya ini, melibatkan unsur petani, mahasiswa dan organisasi perempuan. Selain di Indonesia aksi lima tahun perjuanganburuh PDK ini juga dilakukan dibeberapa negara Asia dan Eropa. Ungkap Kokom Komalawati.

“Ditengah aksi berlangsung, beberapa pegawai Kementerian Ketenagakerjaan RI seperti Nyoman, Oloan, Faizal Reza memang mendatangi kami untuk menawarkan audience, dan  dikatakan bahwa Bapak John Daniel Direktur PPHI, Bapak Aruan serta beberapa pegawai pengawas siap dan bersedia meneriam delegasi PDK, ruangan sudah di siapkan. begitu di sampaikan kepada kami”. Ujar Kokom.



Lebih lanjut Kokom mengatakan, Tawaran audience ini kami tolak, kami tanya kepada massa aksi juga mereka tidak mau atau menolak, karena dari beberapa kali pertemuan sebelumnya tidak ada yang bisa memberikan keputusan yang pasti atas kasus ini. Bahkan dalam pertemuan dibulan Mei 2017 lalu pihak Kementerian menyampaikan untuk kasus PDK hanya mampu sebatas melakukan mediasi selanjutnya mengeluarkan anjuran, ini kan Ngawur.

“Maka kami sampaikan juga kepada mereka bahwa kami datangi kesini hanya mau bertemu dengan Menteri Hanif Dhakiri serendahnya dengan Dirjend baru kami mau berunding, kalau hanya dengan sekelas Direktur dan staf seperti itu kami menolak, karena tidak akan menghasilkan apapun. Kami juga sudah menyampaikan dengan surat resmi aajuan kami. Tuntutan dan yang kami mintakan itu bukan Mediasi tapi kami minta agar Pemerintah Indonesia dalam hal ini Kemnaker RI secepatnya menjalankan semua ketentuan dalam rekomendasi ILO.  Tegas Kokom.

Selain orasi bergantian, massa aksi juga menyanyikan lagu-lagu perjuangan dan lagu  ciptaan buruh PDK “PDK kaya raya tapi buruhnya menderita, kami masih ingin kerja tapi mengapa di phk…” lirik lagu dengan nada dangdut yang dinyanyikan diatas mobil komando membuat beberapa massa aksi tersenyum pahit mengingat betapa berbading terbaliknya kondisi pengusaha dan buruhnya.

Karena tidak ada kepastian bahwa Menaker atau Dirjend bersedia menerima delegas PDK, Pukul 17.00 wib ditengah cuaca mendung dan sedikit gerimis dengan tertib aksi diakhiri dengan lagu darah juang, setelah mengumpulkan sampah-sampah disatu tempat massa aksi kembali menuju bis untuk kembali ketempat masing-masing. (kk-rd-Red2017)#

Tetap semangat dan solid kawan-kawan PDK, mari kita tetap teruskan perjuangan ini!

Posting Komentar

Silahkan tinggalkan komentar dan jangan meninggalkan komentar spam.

emo-but-icon

Terbaru

Populer

item