GSBI Tangerang Raya Lakukan Kampanye Melawan Kekerasan Terhadap Perempuan Melalui Tarian One Billion Rising (OBR)

INFO GSBI. Pada hari Minggu 14 Pebuari 2016 bertepatan dengan hari Valentine ratusan anggota Gabungan Serikat Buruh Indonesia (GSBI) Kota ...

INFO GSBI. Pada hari Minggu 14 Pebuari 2016 bertepatan dengan hari Valentine ratusan anggota Gabungan Serikat Buruh Indonesia (GSBI) Kota Tangerang yang mayoritas perempuan berkumpul dan menggelar aksi menari di lapangan Ahmad Yani, Kota Tangerang. Dalam aksinya mereka menolak kekerasan terhadap perempuan dan anak, melawan politik upah murah dan perampasan upah serta sistem kerja kontrak dan outsourcing.

Aksi ini (14/2) merupakan aksi kampanye serentak yang dilakukan di lebih dari 200 negara di dunia. Adalah One Billion Rising (OBR), sebuah kampanye internasional yang ditujukan untuk melawan berbagai bentuk kekerasan terhadap perempuan, Ujar Jemirah, salah satu aktivis buruh perempuan GSBI yang mengorganisir acara ini menyatakam bahwa sampai saat ini buruh perempuan masih sering mendapatkan perlakuan kekerasan. “85% di pabrik kami adalah buruh perempuan, yang mana dari buruh perempuan masih banyak mengalami peninandasan, kekerasan, dan pelecehan. Maka kami buruh perempuan terlibat  dalam aksi OBR untuk menolak kekerasan dan pelecehan terhadap perempuan,” ujarnya.

Lebih lanjut, Jemirah  menceritakan berbagai bentuk kekerasan dan pelecehan yang kerap dialami oleh buruh perempuan di pabrik. “Ketika tidak mendapatkan target produksi di katain tolol, bego, lambat seperti keong dan lain-lain. Itu kekerasan verbal. Pelecehan juga terjadi, contohnya disiulin, dicolek dengan genit. Tapi terkadang perempuan itu tidak paham kalau itu adalah bentuk kekerasan dan pelecehan,” papar Jemirah.

Ia berharap kepada masyarakat untuk bangkit dan melawan kekerasan terhadap perempuan dan anak. “Harapan untuk pemerintah agar pemerintah melindungi, mengayomi, memperhatikan perempuan dan anak-anak dari kekerasan atau pelecehan, menghentikan perdagangan perempuan dan anak, mengeluarkan berbagaai regulasi yang berpihak dan melindungi kaum perempuan. Kaum perempuan juga tidak lagi takut untuk menghadapi kekerasan ataupun pelecehan, kaum perempuan Indonesia harus bangkit bersatu dan berjuang, khususnya bagi kaum perempuan buruh anggota GSBI, kami mengajak untuk terus memperluas organisasi, bersatu dan berjuang untuk hak-hak kaum perempuan” tegasnya.

Sementara Dewi Wulandari menuturkan, Sejak 2012 pertama kali OBR dilaunching, setiap bulan Februari hingga 8 Maret, ribuan orang bangkit menunjukkan perlawanan atas kebebalan hukum terhadap berbagai bentuk kekerasan dan ketidakadilan yang kian merajalela. Gerakan OBR bukan hanya wadah mengekspresikan kemarahan, tapi juga menggerakkan, menyadarkan dan menyatukan semua elemen untuk bersama-sama mengakhiri kekerasan perempuan.

"Kami berharap dengan OBR akan lebih mudah mendorong perempuan untuk lebih berani, kreatif dan teguh mendobrak ketakutan dan kesadaran baru bahwa kekerasan terhadap perempuan bisa di akhiri” tegas Dewi Wulandari dalam orasinya.

Melalui OBR tahun ini, GSBI Tangerang Raya mengangkat kampanye Hentikan Kekerasan terhadap Perempuan dan anak, Hapuskan sistem kerja Kontrak dan outsourcing Lawan politik Upah murah dan Perampasan upah buruh.

“ Ini adalah kali pertama GSBI Tangerang bergabung dalam aksi kampanye OBR. Aksi OBR ini yang kedua kali kami lakukan, dimana kemarin juga kami melakukan aksi yang sama yang bertempat di Kabupaten Tangerang. Aksi ini juga di ikuti buruh  laki-laki ikut bergabung dalam aksi kampanye ini.  Kampanye OBR menggunakan tarian sebagai simbol perlawanannya. Tarian diartikan sebagai sebuah kebebasan ekspresi tubuh dan merupakan otoritas perempuan atas tubuhnya”.  Tutur Dewi.  [red-rd2016]#

Posting Komentar

Silahkan tinggalkan komentar dan jangan meninggalkan komentar spam.

emo-but-icon

Terbaru

Populer

item