BMI Hongkong Sengketakan KJRI ke Komisi Informasi dan Menagih Janji Jokowi “Segera Realisasikan Janji Perlindungan dan Bebaskan BMI dari Jeratan Agen”.

Hongkong,18/1/2015. Dalam 100 hari pemerintah baru, JBMI masih menunggu realisasi janji-janji perlindungan yang pernah disampaikan Presid...

Hongkong,18/1/2015. Dalam 100 hari pemerintah baru, JBMI masih menunggu realisasi janji-janji perlindungan yang pernah disampaikan Presiden Jokowi di masa kampanye pemilu kemarin. Salah satu janji yang diikrarkan adalah menghadirkan kembali peran negara dalam pengurusan dan perlindungan buruh migran.

Menurut Sringatin, JBMI telah menyampaikan surat terbuka secara langsung kepada Presiden Jokowo dan menuntut penghapusan larangan pindah agen melalui sistem online, pemberlakuan kontrak mandiri, penghapusan KTKLN, pemangkasan biaya penempatan, penyediaan layanan dan kantor KJRI di Macau, menciptakan MoA dan kontrak kerja dengan negara penempatan, mengakui dan melindungi Anak Buah Kapal (ABK) dan BMI tidak berdokumen (overstay) di dalam undang-undang, serta tuntutan-tuntutan mendesak lainnya.

Sampai detik ini, pemerintah belum mampu menghapus KTKLN dan KJRI Hong Kong gagal menghadiri persidangan sengketa informasi publik yang dilayangkan 5 orang BMI kepada KJRI karena telah mengabaikan permintaan informasi yang diminta BMI sejak 10 Maret 2013. Ini bukti ketidaktransparan birokrasi KJRI dan sengaja ditutupi. Padahal di dalam sistem negara demokratis, negara mengakui bahwa perlindungan, pelayanan dan informasi adalah hak setiap warga negaranya tanpa terkecuali.

Sedihnya lagi, di tengah status Macau yang tidak jelas dan tidak adanya layanan perlindungan disana, sudah ada pembahasan bisnis pengiriman tenaga kerja antara sejumlah agen dan BNP2TKI.
Upaya pemerintah untuk menyindak PPTKIS-PPTKIS dan oknum-oknum jahat memang penting dilakukan, tetapi tetap tidak akan mampu menghentikan penindasan demi penindasan yang terus menimpa BMI dan keluarganya. Kami meyakini langkah kongkret yang harus ditempuh pemerintah dan membawa faedah besar adalah dengan secepat mungkin merubah aturan-aturan yang selama ini terbukti merugikan. Selama hal ini tidak dipenuhi maka kondisi BMI akan tetap terkungkung, diperas dan ditindas.

Untuk itu kami dari JBMI Hong Kong menuntut untuk segera hentikan kekerasan dan perbudakan terhadap Buruh Migran Indonesia agar tidak terus berjatuhan korban seperti Erwiana Sulistianingsih dan korban-korban lain! Segera cabut aturan yang mencekik dan membelenggu dan bebaskan kami dari jeratan PJTKI/Agen! tegas Sring. (EL-2015).

Posting Komentar

  1. Bagi yang mampu berpikiran jernih setelah jadi BMI pasti sukses, pada dasarnya di perantauan cari modal dulu dan bekerja yg baik sampai kontrak finis, oh iya tidak lupa sy ucapkan terima kasih banyak kpd teman sy yg ada di singapura..! berkat postingan dia di halaman facebook TKI Sukses sy baca. sy bsa kenal nma nya Mbah Suro Guru spiritual PESUGIHAN ANKA GHAIB TOGEL 2D sampai 6D dan PESUGIHAN DANA GHAIB. . pikir-pikir kurang lebih 7 tahun kerja jd Tkw di Hongkong hanya jeritan batin dan tetes air mata ini selalu menharap tp tdk ada hasil sm sekali. Mana lagi dapat majikan galak. salah sedikit kena marah lagi . Tiap bulan dapat gaji hanya separoh saja . . itu pun tdk cukup biaya anak di kampung. Tp sy beranikan diri tlpon nmr beliau untuk minta bantuan nya. melalui PESUGIHAN DANA GHAIB Nya . syukur Alhamdulillah benar2 terbukti sekarang. terima kasih ya allah atas semua rejeki mu ini. Sy sudah bs pulang ke kmpung halaman buka usha skrg. jk tman minat ingin tlpn beliau . ini nmr nya +62 82354640471 & 082354640471 siapa tau anda bisa di bantu dan cocok sprti sy . aminn




    BalasHapus

Silahkan tinggalkan komentar dan jangan meninggalkan komentar spam.

emo-but-icon

Terbaru

Populer

Arsip Blog

item