Sedikit kami ceritakan kejadiannya,

Sedikit kami ceritakan kejadiannya, (tentang aksi dan penembakan buruh Freeport Indonesia sehingga menewaskan satu (1) orang tewas meninggal...

Sedikit kami ceritakan kejadiannya,
(tentang aksi dan penembakan buruh Freeport Indonesia sehingga menewaskan satu (1) orang tewas meninggal dunia).

Pada jam 09:30 pagi  rekan kami dari komunitas karyawan 7 Suku (suku-suku yang menjadi bagian dari Pemegang Ulayat / Pemilik tanah yang di tambang oleh Freeport) dan komunitas Karyawan Papua (+/- 1000an orang) menuju ke Terminal Gorong-gorong bermaksud untuk kembali bekerja ke Tembagapura (Tembagapura = 2.5 jam perjalanan dari Terminal Gorong-gorong di Timika (dataran rendah)  ke Tembagapura (dataran tinggi)). Pintu gerbang Terminal Gorong-gorong seperti biasa di jaga oleh Aparat Kepolisian, kecuali bagi Pekerja yang mau bekerja yang boleh masuk ke Terminal. Tapi entah kenapa pagi tadi sama sekali tidak di perbolehkan, sehingga karyawan yang begitu banyaknya bersikeras ingin masuk dan bekerja ke Tembagapura, kemungkinan besar karena desakan ekonomi dalam keluarganya sehingga meminta untuk ingin kembali masuk kerja. Kepala suku dari 7 Suku ini (Pak Anis Natkime) berusaha untuk bernegosiasi dengan Aparat di Pos jaga mereka di gorong-gorong.

Karena mungkin aparat kesal, maka aparat menembakkan tembakan peringatan, sehingga karyawan yang berada di barisan  paling depan lari berhamburan. Tetapi yang dibelakang tidak begitu terpengaruh dengan tembakan peringatan itu, sehingga tetap saja maju dan ingin menuju ke Terminal. Nah....tembakan beruntun selanjutnya meletus lagi, namun karyawan sudah melihat beberapa orang rekannya tumbang sehingga membuat mereka panik dan lari berhamburan. Begitu tahu rekannya ternyata tumbang karena tembakan, apalagi korban yang tertembak telah mati di tempat, maka Karyawan Papua dan 7 Suku akhirnya melakukan perlawanan dengan lemparan batu, disinilah Aparat semakin brutal menembaki  langsung  ke arah karyawan, dengan menggunakan Peluru Karet dan Gas Air mata. Hal inilah yang membuat Karyawan mulai marah dan membalas dengan lemparan batu ke arah Aparat, sehingga Aparat terdesak dan masuk berlindung kedalam area Terminal.

Salah satu Korban yang tertembak, dibawa langsung  ke RSUD Timika yang memang sudah meninggal dan baru diketahui jika ternyata meninggal terkena tembakan peluru Tajam (Peluruh Timah sebagaimana pada selongsong Peluru pada gambar terlampir).

Korban-korban lainnya mulai menunjukkan diri kepada rekan-rekannya dan langsung dibawa ke RSUD untuk mendapatkan perawatan.

Korban meninggal saat ini masih ditempatkan di pintu masuk (gerbang) kantor DPRD Mimika dan akan terus di tempatkan disana sampai Mr.James R.Moffett mempertanggung jawabkan perilaku Management PTFI dan Aparat yang dipakai oleh Management PTFI dalam melakukan pengawalan dan pengamanan terhadap wilayah PTFI.

Untuk sementara demikian, saya lampirkan beberapa dokumen pendukung.

Salam Solidaritas.

Posting Komentar

Silahkan tinggalkan komentar dan jangan meninggalkan komentar spam.

emo-but-icon

Terbaru

Populer

item