Peringati Hari Perempuan Sedunia GSBI dan FPR Melakukan Aksi.

SI Jakarta Selasa, 8 Maret 2011// Puluhan orang dari GSBI, FMN dan ATKI yang tergabung dalam Front Perjuangan Rakyat (FPR) menggelar unjukr...


SI Jakarta Selasa, 8 Maret 2011// Puluhan orang dari GSBI, FMN dan ATKI yang tergabung dalam Front Perjuangan Rakyat (FPR) menggelar unjukrasa pada hari perempuan sedunia yang jatuh pada tanggal 8 Maret. Para penungjukrasa memulai aksinya dari Bundaran Hotel Indonesia (HI) kemudian melakukan longmarch menuju kantor Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Anak (Kemen PP dan Anak). Di kantor Kemen PP dan Anak para perwakilan GSBI dan FPR sempat diterima oleh kantor Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Anak.

Dalam audensi dengan kantor Kementerian Perempuan dan Anak perwakilan GSBI dan FPR diterima oleh ibu Niken dan ibu Nana Deputi III bagian Perlindungan Tenagakerja Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Anak RI. Dalam audensi tersebut perwakilan GSBI dan FPR menyampaikan beberapa persoalan mendasar yang pada hari ini masih menjadi masalah bagi perempuan di Indonesia khususnya bagi perempuan yang bekerja di sektor industri dan juga buruh migran Indonesia diluar negeri seperti makin maraknya pelanggaran hak-hak buruh perempuan antara lain buruh perempuan dilarang menikah dan atau hamil pada waktu kontrak kerja (khususnya buruh kontrak), jika satu keluarga istri dan suami bekerja dalam satu perusahaan maka salah satunya harus mengundurkan diri atau keluar dimana yang harus keluar adalah istri, dipabrik-pabrik tidak tersedianya ruangan atau tempat untuk menyusui bagi ibu yang memiliki bayi, masih banyaknya pelecehan verbal hingga pelecehan seksual pada buruh perempuan, dan masih banyak lagi masalah-masalah yang dialami oleh buruh perempuan Indonesia dan yang tidak kalah penting adalah makin maraknya perampasan upah dan kerja buruh perempuan seperti upah yang dibawah ketentuan pemerintah dan kontrak kerja jangka pendek yang sangat merugikan klas buruh Indonesia. Dalam menanggapi persoalan yang disampaikan oleh GSBI dan FPR dalam audensi tersebut pihak kantor Kemen PP dan Anak menyampaikan bahwa apa yang disampaikan oleh perwakilan GSBI dan FPR adalah adalah juga menjadi perhatian mereka dan ini merupakan langkah yang baik mengingat bahwa selama ini Kemen PP dan Anak hanya bekerja sama dengan sedikit sekali serikat buruh dalam menyikapi masalah-masalah yang dialami oleh perempuan di Indonesia khususnya perempuan yang bekerja di industri.

Setelah audensi selesai puluhan massa aksi kembali melanjutkan aksinya menuju Istana Negara meskipun dalam suasana guyuran hujan. Di depan Istana negara massa aksi melakukan orasi-orasi terkait masalah-masalah yang dialami oleh mayoritas rakyat Indonesia dari berbagai organ baik yang GSBI yag tergabung dalam FPR maupun Organ lainnya. Dalam orasinya perwakilan GSBI Emelia Yanti ”menyampaikan  bahwa hingga hari ini masih banyak dan bahkan terus bertambah persoalan yang dihadapi oleh buruh dan buruh perempuan Indonesia tanpa mampu ditangani dengan serius oleh pemerintah”//. ISM/SI   


Posting Komentar

Silahkan tinggalkan komentar dan jangan meninggalkan komentar spam.

emo-but-icon

Terbaru

Populer

item