PESAN SOLIDARITAS GSBI PADA 10 THN PERINGATAN HARI JADI (HUT) INDONESIAN MIGRANT WORKERS UNION (IMWU)

D e w a n P i m p i n a n P u s a t Gabungan Serikat Buruh Independen Federation of Independent Trade Union Sekretariat : J...




D e w a n P i m p i n a n P u s a t
Gabungan Serikat Buruh Independen
Federation of Independent Trade Union
Sekretariat : Jl. Raya Lenteng Agung No .02
GABUNGAN SERIKAT BURUH INDEPENDEN (GSBI)
FEDERATION OF INDEPENDEN TRADE UNION
JL. Raya Lenteng Agung No. 02 Rt.004/03 Srengseng Sawah Jakarta Selatan 12640 Indonesia. Telp/Fax : +6221.7864203 Email : gsbi_pusat@yahoo.com / infogsbi@gmail.com/.
Blog : http://infogsbi.blogspot.com/
================================================================

Hal :
PESAN SOLIDARITAS GSBI PADA 10 THN PERINGATAN HARI JADI (HUT) INDONESIAN MIGRANT WORKERS UNION (IMWU)



Salam demokrasi, salam perjuangan
Pada hari ini 18 Oktober 2009 adalah hari bersejarah yang harus di akui oleh seluruh kaum buruh Migran Indonesia di Hongkong bahkan oleh kalangan gerakan rakyat di tanah Air tak terkecuali, karena tanggal 18 Oktober ini adalah hari lahirnya, hari jadinya alat perjuangan dan persatuan massa kaum buruh migrant Indonesia di Hongkong, yaitu hari lahirnya Serikat Pekerja Rumah Tangga Indonesia di Hongkong atau yang lebih di kenal dengan IMWU (Indonesian Migrat Workers Union).

Hari ini tanggal 18 Oktober 2009 kami mengetahu bahwa segenap anggota IMWU dan simpatisannya menggelar perayaan 10 thn hari jadinya IMWU (1999-2009) dengan berbagai macam kegiatan, sebagai upaya mengenang, memeriksa atas apa yang sudah dilakukan, memper-erat, memperteguh jati diri organisasi dengan massa anggota serta massa kaum buruh migrant dalam kancah perjuangannya yang kian hari kian semakin berat dan komplek.

Untuk itu kami seluruh pimpinan dan segenap Anggota GSBI di tanah air menyampaikan selamat Ulang Tahun untuk IMWU, dan kepada seluruh pimpinan serta Anggota IMWU Selamat merayakan HUT IMWU ke 10, semoga sukses dan IMWU tetap menjadi organisasi massa kaum buruh migrant yang militant, patriotis dan demokratis serta tetap segaris massa.

Dan melalui kesempatan ini juga kami sampaikan salut kepada IMWU, karena IMWU yang GSBI Kenal adalah IMWU yang konsisten dalam perjuangan bagi perlindungan dan kesejahteraan kaum buruh (BMI) serta golongan rakyat tertindas lainnya, IMWU yang GSBI kenal adalah IMWU yang berhasil memperkenalkan perlawanan dan perjuangan


melawan Imperialisme, Feodalisme dan Kapitalis Birokrat, kepada massa kaum buruh Migran, IMWU yang memperkenalkan dan mengiktiarkan bersatunya massa kaum buruh migrant sehingga membuat tumbuh dan bangkitkan kesadaran BMI untuk berorganisasi dan bergerak berjuang mempertahankan hak-haknya. IMWU yang dalam pandangan GSBI adalah organisasi Buruh Migran Sejati, maka rugi bagi kaum buruh migrant Indonesia jika tidak mendukung dan mau bergabung masuk menjadi anggota IMWU, apalagi bagi yang sudah menjadi anggota dan malah milih keluar ini adalah kesalahan dan kerugian besar. Karena GSBI tahu dan membaca bahwa Upaya IMWU sangat lah tinggi dalam memberikan sumbangan penting bagi membebaskan para BMI dari eksploitasi para majikan dan system kapitalis yang menindas,buruk dan sekarat, dari dominasi imperialisme yang semakin kuat tertancap serta dari sisa-sisa feodalisme yang semakin akut. GSBI tahu dan Membaca bahwa Upaya IMWU tak tertingga untuk membela dan mempertahankan hak-hak serta kepentingan kaum buruh Migrant.

Kawan-kawan sekalian, sebagaimana kita ketahui bersama tidak lama dari hari jadinya IMWU, tepatnya tanggal 20 Oktober 2009 nanti SBY-Boediono akan dilantik sebagai Presiden dan Wakil Presiden RI periode 2009-2014. Momentum ini juga kiranya layak untuk menjadi perhatian kita semua, termasuk di dalamnya IMWU, dimana di tanah air sendiri sudah dapat dipastikan tanggal ini (momentum ini) adalah di jadikan momentum untuk bergerak dan bersatu turun kejalan bagi setiap elemen gerakan rakyat, tak terkecuali bagi kami GSBI selaku organisasi massa kaum buruh yang meneguhkan diri dalam garis Anti Imperialisme dan Feodalisme, dimana secara bersama-sama lewat Front Perjuangan Rakyat (FPR) yaitu satu aliansi luas di tanah air yang cukup diperhitungkan akan ambil bagian dalam momentum ini untuk memblejeti kedudukan rezim boneka, menelanjangi system kapitalisme yang usang, bobrok dan sekarat, untuk menyatakan sikap dan menyampaikan tuntutan-tuntutan atas hak sosial, ekonomi dan politik rakyat. Sebab Kemenangan dan dilantiknya SBY-Boediono bukanlah kemenangan bagi rakyat Indonesia, bukanlah kemenangan baik massa kaum buruh dan kaum buruh migrant Indonesia, sebab rezim ini adalah rezim yang sangat loyal terhadap imperialism terutama Amerika. Sebab sudah sejak pertama kali berkuasa SBY sudah menjelmakan dirinya sebagai agen kapitalisme monopoli di Indonesia yang begitu setia mengabdi. Maka Naiknya SBY-Boediono juga menandakan bahwa perubahan hidup rakyat Indonesia untuk menjadi lebih sejahtera menjadi kian suram.

Hal itu dapat diperiksa dan dilihat dalam program-program yang dikampanyekan oleh pasangan pendukung neo-liberal ini, tidak ada satupun program yang menyebutkan secara jelas bagaimana cara mengeluarkan rakyat Indonesia untuk lepas dari kemiskinannya. Walaupun dalam pidato pengantar RAPBN 2010 SBY memamparkan 7 program dibidang ekonomi yang dikatakan sebagai program yang pro terhadap rakyat, yakni menjaga peningkatan sektor riil, mencegah PHK dan menurunkan pengangguran, menjaga stabilitas harga pokok, meningkatkan daya beli masyarakat, memberikan perlindungan terhadap warga miskin, menjaga ketahanan pangan dan energy, dan meningkatkan pertumbuhan ekonomi sampai 5%. Tapi kenyataan Jauh Panggang dari Api, dimana sangat nyata bahwa Saat ini lebih dari 32,53 juta penduduk Indonesia hidup


dengan pendapatan kurang dari Rp 182.636/Bulan. Bahkan jika mengacu pada garis kemiskinan yang ditetapkan oleh bank dunia/World Bank sebesar US$ 2 perhari maka 50% rakyat Indonesia berada dalam kategori miskin.

Melihat kenyataan bahwa republik Indonesia kembali dipimpin oleh rejim boneka imperialisme paling setia, yang sudah dipastikan akan selalu menggunakan cara apapun untuk melanggengkan kepentingan imperialism di Indonesia termasuk dengan menindas rakyat dengan berbagai cara, kalau perlu dengan menggerakan alat pemukul negara yaitu militer. Pemerintah SBY-Boediono akan konsisten pada pendirian reaksionernya, yaitu memoles negeri ini sedemikian rupa demi mendatangkan modal asing sebesar-besarnya. Pemerintah akan menjamin keuntungan dan keamanan modal-modal asing di dalam negeri dengan membuat kebijakan kebijakan anti-nasionalisasi, anti-landreform, anti-mogok, anti-serikat buruh dan anti-terhadap gerakan demokratis yang menghambat investasi asing.

Maka dari kenyataan tersebut kedudukan perjuangan dari organisasi massa demokratis menjadi sangat penting kedudukan dan peranannya untuk memperlihatkan watak sebenarnya dari rejim harus terus dilakukan, berbagai usaha propaganda massa secara luas harus terus diusahakan untuk memblejeti kebusukan dari rejim boneka, untuk terus mengembangkan pengaruh dari gerakan massa demokratis seiring dengan upaya untuk memperbesar organisasi demokratis nasional.

Maka kaum buruh Indonesia yang didalamnya juga adalah kaum buruh migrant sangat memegang Peran penting dalam upaya perubahan system ini, yang memang kaum buruh secara langsung terus dirugikan dan dikebiri hak-haknya oleh rejim. Apalagi pada kenyataannya Upah yang di terima adalah upah murah, system kerja yang fleksibel (kontrak dan Outsorcing) yang tidak ada jaminan kepastian kerja (PHK semena-mena), yang tidak ada jaminan social yang layak, yang tidak ada perlindungan, yang pada pokoknya kaum buruh Indonesia sangat dirugikan dan di kebiri hak-hak nya yang pada intinya perampasan atas Upah, Kerja dan Tanah akan semakin intensif.

Maka untuk itu, Dengan sepenuh hati harus kita yakini dan pegang erat bahwa buruh tidak pernah rela dibayar dengan upah rendah, di PHK seenaknya sendiri atau bekerja dibawah penghisapan sistem outsourching. Buruh Migrant tidak pernah rela di jadikan sapi perah dan alat mengumpulkan devisa semata, buruh migrat tidak akan pernah rela bekerja di Negara orang tanpa perlindungan, dengan biaya penepatan yang sangat mahal (overcharging), dimana sering di siksa, upahnya tidak dibayar, diperkosa majikan bahkan sampai dibunuh. Kaum tani tidak pernah mau tanahnya dirampas begitu saja dan tidak ada keadilan apapun bagi kaum tani di Indonesia, tidak ada rakyat di Indonesia yang mau hidup dalam ancaman penggusuran dan pengusiran atau tidak mau sekolah dan hidup dalam alam keterbelakangan. Semua ini adalah potensi bagi gerakan demokratis nasional untuk mengabarkan kenyataan rakyat dan apa yang harus dilakukan, bukan untuk menjadi messiah karena rakyat sendirilah yang akan berkehendak membebaskan dirinya, tugas kita adalah membangkitkan mengorganisasikan dan menggerakan.


Untuk itu perjuangan buruh migrant selain bertugas untuk meringankan berbagai beban penderitaan dan penindasan yang dirasakan oleh BMI, juga memiliki tugas untuk terlibat dan bersatu dengan gerakan rakyat lainnya didalam negeri dalam usaha mengeyahkan dan menghancurleburkan imperialisme, feodalisme dan kapitalis birokrat selaku 3 (tiga) musuh utama BMI dan rakyat Indonesia yang menyebabkan BMI dan seluruh rakyat Indonesia saat ini berada dalam keadaan miskin, ditindas dan dihisap. Tanpa itu jangan berharap akan ada perlindungan, kebebasan dan kesejahteraan.
Di akhir surat ini izinkan kami mengutif ungkapan-Kawan Rusemi, (Ketua IMWU 2007-2008): "Tidak ada jalan lain selain berserikat, pengalaman kaum buruh migran selama ini sudah membuktikan, bahwa setiap kemenangan kecil yang diperoleh buruh migran dalam perjuangan, bersandarkan pada semangat persatuan. Semakin kaum buruh terorganisir maka jalan menuju kesejahteraan semakin dekat”.

Demikian pesan solidaritas ini kami sampaikan, sekali lagi Selamat Ulang Tahun yang Ke 10 bagi IMWU, dan melalui surat ini secara tegas GSBI sepenuh hati dan jiwa sampaikan bahwa GSBI mendukung segala bentuk upaya-upaya perjuangan IMWU dalam keberpihakannya pada massa buruh migrant dan rakyat, maka GSBI berharap dimana antara GSBI dan IMWU bisa menjadi satu kesatuan nyata dalam gerak perjuangannya yang saling menyokong dan saling meneguhkan untuk membangun persatuan sejati dan solidaritas nyata.

Hidup Buruh … !!!
Hidup BMI …..!!!!
Hidup IMWU ….!!!!
Hidup Rakyat ……!!!!

Klas Buruh Indonesia Pempimpin Pembebasan
Galang Solidaritas Lawan Penindasan

Jakarta, 17 Oktober 2009

Salam Hangat dari kami,
Dewan Pimpinan Pusat
Gabungan Serikat Buruh Independen (GSBI)


Rudy HB Daman
Ketua Umum


Emelia Yanti MD.Siahaan
Sekretaris Jenderal

Posting Komentar

Silahkan tinggalkan komentar dan jangan meninggalkan komentar spam.

emo-but-icon

Terbaru

Populer

item