30.000 Pekerja Tambang Bentrok dengan Polisi

BEIJING - Sekira 30.000 pekerja tambang di China terlibat bentrok dengan polisi antihuru-hara. Seorang eksekutif perusahaan tambang dilapor...


BEIJING - Sekira 30.000 pekerja tambang di China terlibat bentrok dengan polisi antihuru-hara. Seorang eksekutif perusahaan tambang dilaporkan tewas dalam peristiwa ini.

Protes dilakukan para pekerja tambang atas rencana pengambilalihan perusahaan milik negara Tonghua Iron and Steel Group oleh Jianlong Steel Holding Company yang berbasis di Beijing.

Kantor berita Reuters, Minggu (26/7/2009) melaporkan, bentrok yang terjadi pada Jumat lalu itu juga melukai ratusan orang lainnya. Hal tersebut diungkapkan lembaga pemantau hak asasi manusia yang berbasis di Hong Kong, Information Centre
for Human Rights and Democracy.

Chen Guojun, manajer perusahaan Jianlong, tewas dianiaya para pekerja yang marah karena dia dibayar sekira tiga juta yuan atau setara USD440.000 tahun lalu, sementara para pekerja Tonghua hanya menerima 200 yuan sebulan.

Seorang pejabat kepolisian membenarkan aksi huru-hara dan kematian Chen yang kini berusia 40 tahun. "Ya, itu benar terjadi. Para pekerja Tonghua tidak membiarkan ambulans dan petugas medis memasuki gedung untuk menyelamatkan Chen, dan dia kemudian tewas," papar pejabat kepolisian itu.(jri)Nurfajri Budi Nugroho - Okezone

Posting Komentar

Silahkan tinggalkan komentar dan jangan meninggalkan komentar spam.

emo-but-icon

Terbaru

Populer

Arsip Blog

item