Satukan Segera Barisan Satu Mei Kita Kepung Istana Untuk Tuntut Hentikan Segera Perampasan atas Upah, Kerja dan Tanah

” Hentikan PHK dalam Bentuk Apapun, Naikkan Upah serta Hapuskan Sistem Kerja Kontrak dan Outsourcing ” SALAM PERJUANGAN ...

















” Hentikan PHK dalam Bentuk Apapun, Naikkan Upah serta Hapuskan Sistem Kerja Kontrak dan Outsourcing ”



SALAM PERJUANGAN

Hidup Buruh...!!!

Hidup Rakyat…!!!


Satu Mei (May Day) sudah didepan mata, pada hari itu sudah menjadi tradisi bagi GSBI dan buruh di seluruh dunia untuk menyelenggarakan berbagai kegiatan dan bersama-sama melakukan aksi massa besar-besaran untuk memperingati dan meneladi semangat perjuangan MayDay guna menuntut kepada pemerintah agar dalam membuat kebijakan-kebijakannya lebih mementingkan kepentingan rakyatnya BUKAN lebih mementingkan kepentingan Asing IMPERIALIS AMERIKA dan sekutu-sekutunya.

Satu Mei (May Day) adalah satu peristiwa bersejarah dalam tradisi berjuang yang sengit terhadap klas penghisap dan penindas yaitu perjuangan kaum buruh di Amerika Serikat dengan demontrasi besar-besar yang dimulai pada tahun 1886, yang menuntut diberlakukannya ketentuan 8 jam kerja perhari. Tuntutan ini terkait dengan kondisi saat itu, ketika kaum buruh dipaksa bekerja selama 12 sampai 16 jam per hari.

Maka pada 1 Mei 2009 nanti, sudah dapat di pastikan seluruh klas buruh dan rakyat pekerja di seluruh dunia akan merayakan satu peristiwa bersejarah itu. Adapun tujuan umum dari keseluruhan kegiatan politik ini dimanapun di berbagai belahan dunia adalah sama, yaitu ingin memperjuangkan hak-hak dasar ekonomi, sosial maupun politik yang selama ini dirampas dan dicampakkan oleh banyak rezim reaksioner di berbagai negeri, terutama di negeri-negeri jajahan, setengah jajahan dan bergantung seperti Indonesia.

Bukan rahasia lagi...!!! PHK besar-besaran telah mengancam kehidupan buruh bahkan mungkin akan terjadi lebih banyak lagi sebelum krisis ekonomi dunia ini berakhir. Saat ini saja menurut data pemerintah korban PHK sudah mencapai angkat 3 juta orang, untuk di tingkat dunia saja menurut laporan ILO saat ini sudah mencapai angka 51 juta orang. Penerapan sistem kerja kontrak dan Outsourcing semakin banyak dan intensif menggeser buruh-buruh tetap. Sementara upah buruh tidak mengalami kenaikan, dengan alasan krisis ekonomi, hal ini terbukti dengan adanya 230-an perusahaan yang menangguhkan pelaksanaan UMP/K thn 2009, Sementara harga-harga kebutuhan pokok tetap melambung tinggi meskipun harga BBM sudah turun, hal ini tentu semakin membuat sengsara hidupnya kaum buruh hari ini.

Keadaan tersebut diperparah dengan disyahkannya Undang-undang No. 9 Th. 2008 tentang Badan Hukum Pendidikan (BHP) yang sangat mengancam anak-anak buruh untuk bisa sekolah gratis dan kuliah murah karena semua sektor pendidikan formal dari TK sampai bangku kuliah akan dijadikan lahan untuk mencari keuntungan (komersialisasi) bukan lagi sebagai tempat untuk mencerdaskan anak bangsa.

Perampasan tanah-tanah petani untuk perkebunan-perkebunan besar imperialis dan juga untuk pembangunan-pembangunan gedung-gedung imperialis (imprastruktur) semakin menyengsarakan kaum tani Indonesia.

Akibat krisis ekonomi dunia yang semakin tajam dan juga akibat kebijakan, sikap serta tindakan pemerintah SBY-JK yang gamang dan pro Imperialis ini, kehidupan rakyat (utamanya kaum buruh dan tani) semakin menderita dan jatuh kejurang lumpur penderitaan yang akut, sehingga mayoritas rakyat Indonesia banyak hidup di bawah syarat-syarat tidak manusiawi.

Maka hari buruh se-Dunia sekarang ini selayaknya tidak hanya menjadi peringatan secara seremonial semata tetapi harus lebih dari itu. Yaitu perjuangan yang seharusnya dilakukan oleh seluruh rakyat tertindas di Indonesia. Dengan aliansi dasar klas buruh dan kaum tani untuk Menghentikan Perampasan Terhadap Upah, Kerja dan Tanah demi pemenuhan hak sosial, ekonomi, politik dan budaya seluruh rakyat Indonesia dari belenggu Imperialisme dan sisa-sisa feodalisme serta rakusnya para kapitalis birokrat.


SATU MEI MERUPAKAN HARI PERLAWANAN BAGI KAUM BURUH SELURUH DUNIA UNTUK MEMPERJUANGKAN HAKNYA


Untuk itu melalui momentum May Day kali ini Gabungan Serikat Buruh Independen (GSBI) menyerukan kepada seluruh aggota dimanapun berada, kaum buruh dan rakyat tertindas lainnya untuk bersama-sama dalam satu barisan, satukan suara, satukan perjuangan kita datangi Istana Negara dan datangi pusat-pusat kekuasaan dimanapun dan SUDAH TIBA WAKTUNYA BAGI KLAS TERTINDAS UNTUK AMBIL PRAKARSA DAN BANGKIT MELAWAN.


GSBI mengajak kepada seluruh anggota dan kaum buruh, pekerja, karyawan dan Rakyat Indonesia untuk ikut turun ke jalan terlibat secara bersama dalam AKSI DAMAI, TERPIMPIN DAN TETIB pada, JUM’AT 1 MEI 2009 mulai pukul 09.00 Wib dengan TITIK KUMPUL BUNDARAN HOTEL INDONESIA (HI) di SAMPING HOTEL MANDARIN DAN BERGERAK KE ISTANA NEGARA untuk menuntut kepada Pemerintah pimpinan SBY-JK yang telah membuat hidup rakyat semakin sengsara, melalui kesatuan dan kesolidan kaum buruh dan tani kita perangi serta kuciilkan rezim SBY-JK yang sama sekali tidak berpihak kepada rakyat [].



Diterbitkan oleh :
Tim Materi Panitia Nasional Peringatan Hari Buruh Se-Dunia (MayDay) 1 Mei 2009 Gabungan Serikat Buruh Independen (GSBI)
Jl. Raya Lenteng Agung No. 02 Rt. 004/03 Srengseng Sawah Jakarta Selatan Telp./Fax: 021- 786 4203. Email;gsbi_pusat@yahoo.com/ http://infogsbi.blogspot.com /

Posting Komentar

Silahkan tinggalkan komentar dan jangan meninggalkan komentar spam.

emo-but-icon

Terbaru

Populer

Arsip Blog

item