PUISI KITA

KAWAN, SAHABAT KITA DAHULU Oleh : Haikkal /Depok, 17 Nopember 2007 Kawan masih kau ingat sahabatmu yang dulu kau lukai Kau sakiti diteng...


KAWAN, SAHABAT KITA DAHULU
Oleh : Haikkal /Depok, 17 Nopember 2007


Kawan masih kau ingat sahabatmu yang dulu kau lukai
Kau sakiti ditengah kerja paksa tanpa upah tanpa jaminan sosial
Kini DIA telah dewasa
Berani membawa bendera, pasukan dan umbul-umbul
Mata nya tajam suaranya lantang diantara barisan yang dipersenjatai

Setiap saat hadir diantara kerumunan masa
Setiap saat berdiri tegak diatas mobil komando
Suaranya lantang berpropaganda, mengagitasi semua orang
Pedagang jadi bimbang seakan ingin terbang
Polisi gelisah atas semua ucapan dan pepatahnya

Kawan pasti kamu terheran-heran sekarang
DIA bukan yang dulu lagi
Yang diam kala dimaki
Yang malas kala di ajak diskusi
Apalagi pergi ke Istana, gedung DPR dan Depnaker
Bawa sepanduk umbul-umbul dan selebaran
Kamu tahukan... Paling DIA berseloroh
Aku yang poto copy saja, bikin kopi dan teh

Kawan pasti kamu tidak percaya, sekarang DIA penuh wibawa
Tinggal dan belajar Bersama kaum buruh, petani dan miskin kota
DIA jadi tambah berani dan pimpin demontrasi
Menolak dan melawan setiap tirani
Tulisannya dimana-mana, setiap media ada namanya
Nyaris tiada waktu terbuang, semuanya pengabdian tulus

Kawan, Sekali waktu pernah aku jumpa di rapat aliansi
Ku ditraktir kopi sambil diskusi
Bercerita pekerjaan dan tugasnya,
Sesekali mengenai kekasihnya yang pergi karena tak pernah di kunjungi
Pengetahuannya lapang, Penuh semangat dan tetap saja lembut bersahabat
Kopi pahit di gelas semakin menyusut usai juga cerita kami
Dengan penutup titip salam buat mu yang kini jauh di seberang sana
Katanya kangen ocehan dan arahanmu soal kaum proletar
Akhirnya kamipun pergi berlainan arah
Dengan janji bertemu besok pagi di arena aksi.


[ ] puisiKU

Posting Komentar

Silahkan tinggalkan komentar dan jangan meninggalkan komentar spam.

emo-but-icon

Terbaru

Populer

Arsip Blog

item