FPR : KTT G20 Tidak Berguna Bagi Rakyat

Written by indowartanews Nov 15, 2008 at 07:11 PM FPR : KTT G20 Tidak Berguna Bagi Rakyat ...

Written by indowartanews
Nov 15, 2008 at 07:11 PM

FPR : KTT G20 Tidak Berguna Bagi Rakyat

ImageJakarta, Indowarta

Pertemuan Negara-negara G20 yang berlangsung di Amerika, mendapat protes dari buruh Indonesia. Ratusan buruh yang tergabung dalam Front Perjuangan Rakyat (FPR), Sabtu (15/11) menggelar demo di Kedubes Amerika dan Istana Merdeka Jakarta, untuk menolak digelarnya KTT G20 mulai Sabtu (15/11) hari ini, dimana Presiden Indonesia Susilo Bambang Yudhoyono, juga ikut hadir dalam pertemuan tersebut. Menurut FPR, KTT G20 tidak berguna bagi rakyat Indonesia, justru sebaliknya akan semakin melipatgandakan penindasan rakyat Indonesia. Terpilihnya Barrack Obama sebagai Presiden AS, dinilai FPR tidak akan berpengaruh dengan kebijakan Amerika yang kapitalis.

Rudi HB Daman, Koordinator FPR menilai, KTT G20 tidak lebih dari persekongkolan antara imperialis pimpinan Amerika Serikat dengan komprador-kompradornya di berbagai negeri untuk mengintensifkan dan melipatgandakan penindasan dan penghisapan terhadap rakyat, khususnya rakyat dari negeri-negeri dunia ketiga yang bergantung dan terbelakang.

ImageDia juga mengkritik kehadiran Presiden SBY dalam pertemuan tersebut. “Kehadiran Presiden SBY dalam KTT G20 di Washington, tidak akan membawa manfaat apapun bagi rakyat, bahkan sebaliknya, justru akan kian memperburuk harapan rakyat untuk melepaskan diri dari jeratan dan cekikan krisis yang kian sengit,” cetusnya kepada Indowarta disela-sela aksi.

Oleh karena itu, FPR menentang dan menolak penyelenggaraan KTT G20 di Washington dan menuntut pembubaran G20, sebagai manifestasi dari pembubaran persekongkolan jahat imperialis pimpinan AS dan komprador-kompradornya.

FPR menuntut penyelesaian krisis ekonomi dan keuangan dunia dengan mengedepankan pemihakan terhadap rakyat, khususnya kaum buruh dan kaum tani dengan cara melakukan penaikkan upah buruh secara signifikan, melaksanakan land reform sejati bagi kaum tani dan lapangan kerja serta jaminan kerja yang layak bagi seluruh rakyat.

Dalam pernyataan sikapnya, FPR menuntut penghapusan seluruh utang luar negeri, khususnya utang najis dan haram, sekaligus menuntut debt-reparation kepada negara-negara imperialis guna memulihkan keadaan sosial, ekonomi, kebudayaan dan kedaulatan rakyat Indonesia, yang selama berpuluh-puluh tahun dirusak oleh proyek-proyek utang luar negeri.

ImageSelain itu FPR menuntut penyelesaian segala bentuk pelanggaran HAM, berupa penyelesaian sengketa-sengketa perburuhan dengan mengembalikan seluruh hak-hak kaum buruh yang dirampas demi membiayai penanganan krisis ekonomi, penyelesaian sengketa-sengketa agraria dengan mengembalikan seluruh tanah-tanah rakyat yang dirampas oleh berbagai proyek infrastruktur, perkebunan, dan pertambangan; menuntut pemenuhan segala hak-hak ekonomi sosoal, dan budaya rakyat Indonesia.

Terakhir, FPR menuntut penyelenggaraan pembangunan yang mandiri, berwatak nasionalis-patriotis dan demokratis untuk keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.

Dalam aksinya di Kedubes AS dan Istana Merdeka, aktivis FPR menggelar aksi teatrikal. Dalam aksi yang diperankan 7 orang ini, 2 orang berperan sebagai ‘Malaikat Pencabut Nyawa’ berpakaian serba hitam, sebagai symbol dari Amerika, yang melakukan penindasan terhadap Negara-negara miskin yang dianggapnya sebagai boneka imperialis. (Mad’s/marchell)

Posting Komentar

Silahkan tinggalkan komentar dan jangan meninggalkan komentar spam.

emo-but-icon

Terbaru

Populer

item